STUDY POTENSI DAERAH KABUPATEN MAPPI-PROVINSI PAPUA

Setelah dilakukan pengumpulan data beberapa potensi daerah Kabupaten Mappi ataupun yang berkaitan keberadaan dan ketersediaan  baik di sektor hulu maupun di sektor pengolahannya.. Pemilihan jenis komoditas potensi unggulan yang di jadikan merupakan salah satu komoditasindustri unggulan yang akan dikembangkan di Kabupaten Mappi searah dengan strategi Pemerintah Kabupaten Mappi dalam usaha meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerahnya, karena sektor ini memiliki tingkat pertumbuhan yang relatif tinggi.

Potensi dan Peluang Investasi pada sektor pengembangan atau pengolahan sumberdaya alam diarahkan pada tiga sasaran, yaitu pengembangan industri kecil, industri menengah.

Kabupaten Mappi untuk berupaya keras menggali dan mengembangkan berbagai potensi yang ada yang kemudian menuangkannya dalam bentuk data dasar yang akan dipakai sebagai acuan untuk membuat skala prioritas dan arah pembangunan. Sumber daya potensial yang dapat dikembangkan di Mappi berupa perkebunan karet, kopi, lada, kelapa sawit, kehutanan, peternakan, pertanian tanaman pangan dan palawija, kelompok-kelompok ekonomi produktif yang bergerak dalam bidang pengolahan hasil perkebunan, pertanian, peternakan, serta industri rumah tangga yang bergerak dalam bidang kerajinan. Dalam rangka mengembangkan dan meningkatkan daya jual serta daya saing berbagai potensi yang ada tersebut diperlukan adanya penerapan teknologi tepat guna

Berangkat dari semua potensi tersebut diatas maka hasil yang diperoleh dari kegiatan Studi Potensi daerah ini akan menghasilkan suatu bentuk pilihan komoditaspilihan apa yang akan dikembangkan berdasarkan analisa lokasi dan analisa nilai dasar dari produk industri yang akan dikembangkan dalam pengembangan wilayah dan penerapan teknologi tepat guna, sebagai wujud dari komitmen pemerintah daerah untuk menyediakan fasilitas yang representatif bagi pertumbuhan dan pengembangan wilayah dunia usaha, menciptakan peluang usaha dan kesempatan kerja dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat. Sehubungan dengan itu, maka diperlukan kegiatan pemilihan potensi komoditas unggulan dalam Pengembangan wilayah dan Penerapan Teknologi Tepat Guna, sebagai acuan dalam pelaksanaan pembangunan, khususnya dalam pengembangan wilayah dan penerapan teknologi tepat guna.Kegiatan tersebut diharapkan pula dapat meningkatkan efisiensi baik waktu, biaya dan tenaga serta dapat menjamin tetwujudnya kelestarian, keserasian dan keasrian lingkungan

Dalam bab ini akan dibahas proses penentuan jenis dan lokasi komoditas di Kabupaten Mappi. Hasil analisis ini diharapkan akan memberikan masukan bagi pengembangan industri terutama bagi hasil sektor pertanian di Kabupaten Mappi, baik berdasarkan komoditas terpilih maupun mengenai lokasi persebaran komoditas yang bersangkutan. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka ada beberapa faktor yang perlu dianalisis, yaitu :

  1. a.   Komoditas terpilih terutama hasil dari sektor pertanian, kegiatan analisis ini merupakan kegiatan lanjutan dari proses identiikasi komoditas-komoditas yang ada di Kabupaten Mappi.
  2. b.   Faktor lokasi, dalam hal ini merupakan lokasi yang potensial untuk pengembangan lebih lanjut dari komoditas terpilih tersebut.
  3. c.   Penentuan lokasi yang tepat akan dapat memberikan efisiensi bagi suatu kegiatan tertentu, baik dilihat dari suatu sudut kegiatan itu sendiri maupun dari kaitannya dengan kegiatan-kegiatan di tempat-tempat lain yang mempunyai saling ketergantungan terhadapnya.

Berdasarkan uraian di atas, maka pada bab ini akan dilakukan dua tahap analisis, yaitu :

  • Analisis penentuan komoditas terpilih di KabupatenMappi
  • Analisis penentuan lokasi potensial dalam pengembangan komoditas yang bersangkutan berdasarkan variabel penilai yang telah ditentukan.

Arahan dan Strategy Pengembangan Kabupaten Mappi

Arah kebijakan pembangunan di Kabupaten Mappi  mengacu kepada agenda dan prioritas pembangunan Pemerintah Daerah Kabupaten Mappi, yang dijabarkan dalam kerangka Rencana Pembangunan Jangka Menengah  .

Setidaknya sektor industri di Kabupaten Mappi harus  mengemban misi  sebagai berikut:

  1. Menjadi wahana pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat Kabupaten Mappi;
  2. Menjadi dinamisator pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Mappi;
  3. Menjadi pengganda kegiatan usaha produktif di sektor riil bagi masyarakat;
  4. Menjadi wahana untuk memajukan kemampuan teknologi daerah;
  5. Menjadi wahana penggerak bagi upaya modernisasi kehidupan dan wawasan budaya masyarakat.

Tujuan pembangunan industri yang berbasis pemanfaatan potensi sumber daya alam di Kabupaten Mappi baik jangka menengah maupun jangka panjang ditujukan untuk mengatasi permasalahan dan kelemahan baik di sektor industri maupun untuk mengatasi permasalahan secara menyeluruh, yaitu (1) Meningkatkan penyerapan tenaga kerja industri; (2) Meningkatkan ekspor Kabupaten Mappi dan pemberdayaan pasar dalam negeri; (3) Memberikan sumbangan pertumbuhan yang berarti bagi perekonomian; (4) Mendukung perkembangan sektor infrastruktur; (5) Meningkatkan kemampuan teknologi; (6) Meningkatkan pendalaman struktur industri dan diversifikasi produk; dan (7) Meningkatkan penyebaran industri di berbagai Distrik (15 Distrik)

Bertitik tolak dari hal-hal tersebut dan untuk menjawab tantangan di atas maka kebijakan dalam pembangunan industri manufaktur diarahkan untuk menjawab tantangan globalisasi ekonomi dunia serta mampu mengantisipasi perkembangan perubahan lingkungan yang sangat cepat. Persaingan internasional merupakan suatu perspektif baru, termasuk Kabupaten Mappi, sehingga fokus dari strategi pembangunan industri berbasis pemanfaatan potensi komoditas sumber daya alam potensial di masa depan adalah membangun daya saing industri manufaktur yang berkelanjutan di pasar local,regional maupun nasional. Untuk itu, strategi pembangunan industri manufaktur ke depan dengan memperhatikan kecenderungan pemikiran terbaru yang berkembang saat ini, adalah melalui pendekatan cluster dalam rangka membangun daya saing industri yang kolektif.

Industri manufaktur masa depan adalah industri-industri yang mempunyai daya saing tinggi, yang didasarkan tidak hanya kepada besarnya potensi Kabupaten Mappi (comparative advantage), seperti luas bentang wilayah, terbatasnya jumlah penduduk serta ketersediaan sumberdaya alam, tetapi juga berdasarkan kemampuan atau daya kreasi dan keterampilan serta profesionalisme sumber daya manusia Kabupaten Mappi (competitive advantage).

Bangun susun sektor industri yang diharapkan harus mampu menjadi motor penggerak utama perekonomian Pemerintah Daerah Kabupaten Mappi dan menjadi tulang punggung ketahanan perekonomian nasional di masa yang akan datang. Sektor industri prioritas tersebut dipilih berdasarkan keterkaitan dan kedalaman struktur yang kuat serta memiliki daya saing yang berkelanjutan serta tangguh di pasar internasional.

Pembangunan industri tersebut diarahkan pada penguatan daya saing, pendalaman rantai pengolahan di dalam negeri serta dengan mendorong tumbuhnya pola jejaring (networking) industri dalam format cluster yang sesuai baik pada kelompok industri prioritas masa depan, yaitu: industri agro, industri alat angkut, industri telematika, maupun penguatan basis industri manufaktur, serta industri kecil-menengah tertentu.

Dalam jangka menengah, fokus pembangunan industri adalah penguatan dan penumbuhan cluster-cluster industri inti. Pengembangan cluster industri inti dilakukan secara komprehensif dan integratif, yang didukung secara simultan dengan pengembangan industri terkait (related industries) dan industri penunjang (supporting industries).

Pengembangan industri agro dalam jangka menengah adalah ditujukan untuk memperkuat rantai nilai (value chain) melalui penguatan struktur, diversifikasi, peningkatan nilai tambah, peningkatan mutu, serta perluasan penguasaan pasar. Sedangkan dalam jangka panjang, difokuskan pada upaya pembangunan industri agro yang mandiri dan berdaya saing tinggi.

Perkuatan basis industri manufaktur ditujukan bagi kelompok industri yang telah ada dan sudah berkembang saat ini, agar ketergantungannya terhadap sumberdaya alam dan sumber daya manusia yang relatif kurang terampil menjadi berkurang, industri pada kelompok ini harus didorong agar mampu menjadi industri kelas dunia.

Basis industri manufaktur perlu di restrukturisasi dan di konsolidasikan segera agar efisiensi dan daya saingnya di dunia internasional meningkat, selain itu untuk jangka panjang, perlu didorong terselenggaranya peningkatan kemampuan penelitian dan pengembangan (R&D), teknologi dan desain di industri, dalam rangka membangun kemampuan bersaing jangka panjang.

Dengan memperhatikan permasalahan yang bersifat menyeluruh baik di tingkat kabupaten maupun Distrik dalam rangka peningkatan daya saing, maka pembangunan industri Kabupaten Mappi yang sinergi dengan pembangunan daerah Distrik diarahkan melalui dua pendekatan. Pertama, pendekatan top-down yaitu pembangunan industri yang direncanakan (by design) dengan memperhatikan prioritas yang ditentukan secara menyeluruh dan diikuti oleh partisipasi daerah Distrik. Kedua, pendekatan bottom-up yaitu melalui penetapan kompetensi inti yang merupakan keunggulan daerah Distrik  sehingga memiliki daya saing. Dalam pendekatan ini Dinas Perindustrian Kabupaten Mappi sebaiknya  berpartisipasi secara aktif dalam membangun dan mengembangkan kompetensi inti daerah tersebut. Hal ini sekaligus merupakan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah, yang pada gilirannya dapat mengurangi tingkat kemiskinan dan pengangguran.

6.1               Strategi Industri

Strategi pengembangan industri Kabupaten Mappi ke depan, mengadaptasi pemikiran-pemikiran terbaru yang berkembang saat ini, sehubungan dengan era globalisasi dan perkembangan teknologi, yaitu pendekatan pengembangan industri melalui konsep klaster dalam konteks membangun daya saing industri yang berkelanjutan. Pada dasarnya klaster industri adalah upaya pengelompokan industri inti yang saling berhubungan, baik dengan industri pendukung (supporting industries), industri terkait (related industries), jasa penunjang, infrastruktur ekonomi, dan lembaga terkait. Manfaat klaster ini selain untuk mengurangi biaya transportasi dan transaksi, juga untuk meningkatkan efisiensi, menciptakan asset secara kolektif, dan mendorong terciptanya inovasi.

6.1.1          Industri Pertanian

Pola pengembangan komoditas pertanian di Kabupaten Mappi berturut-turut adalah: (a) pertanian lahan basah; (b) peternakan; (3) tanaman pangan lahan kering; dan (4) tanaman perkebunan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s